Loading 0
Denscreative.co.id | IT Solutions and creative work for you need
Share

Blog

Scroll Down

Pembelajaran Pemrograman Menurut Imam Assyafi’i

Pembelajaran Pemrograman Menurut Imam Assyafi’i

Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana sih cara belajar yang benar menurut ulama besar Imam Syafi’i bukan hanya belajar pemograman saja, tapi ilmu apapun yang akan kita pelajari. Hakikatnya menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seluruh ummat muslimin dan muslimat seperti sabda Rasulullah SAW.

طلب العلم فريضة على كلّ مسلم والمسلمات

Yang artinya

menuntut ilmu itu wajib bagi seluruh muslimin dan muslimat

Hadits diatas diriwayatkan oleh Bukhori, kalo tidak salah agak sedikit-sedikit lupa soalnya, sudah lama juga ga buka buku hadits. Dari umur 6 tahun kita sudah mulai belajar formal artinya belajar yang diakui oleh negara yaitu Sekolah dasar(SD), SMP, SMA sampai Kuliah. Tujuanya agar kita menjadi orang yang ‘Alim  atau bahasa Indonesia nya orang yang tau / orang yang berilmu. Syuku-syukur kalo bisa menjadi ‘Ulama (Orang-orang yang banyak pengetahuanya / jama’a dari kata ‘Alim). Namun ‘Ulama dikehidupan kita itu disebut sebagai orang-orang yang pintar dibidang Agama Islam, sebenarnya menurut saya kata ‘Ulama tidak harus diartikan seperti itu. bisa juga kita menggunakan kata ‘Ulama orang-orang yang ahli dibidang tertentu, misal ‘Ulama progammer sah-sah saja sebenarnya. artinya orang-orang yang jago / mahir dibidang pemograman. ko ngebahas kesitu ya, hehe.

Pada zaman Rasulullah SAW mungkin bahkan belum ada Ilmu tentang Pemograman atau yang sering kita sebut Coding, bisa dibayangkan jika pada saat itu sudah ada ilmu pemograman, yang ada pada saat itu adalah Ilmu Matematika. Pemograman dan matematika sebenarnya tidak beda jauh, mereka yang pandai matematika insyaAllah pada pemogramanpun akan mudah. Ada salah satu Mahfudzot (perkataan-perkataan para ulama zaman dahulu) yang ingin sekali saya share pada kali ini. Yaitu perkataan dari Imam Asy Syafi’i tentang bagaimana kita mendapatkan suatu ilmu, entah itu ilmu pemograman, ilmu kedokteran, ilmu agama dan lainya.

Imam Syafi’i pernah berkata

 

أخي لن تنال العلم إلا بستة سأنبيك عن تفصـــيلها ببيان

ذكاء ●

وحرص ●

واجتهاد ●

ودرهم ●

وصحبةالأستاذ ●

وطول الزمان ●

mohon maaf tidak ada syakl / harokat-harokatnya, engga jago nulis bahasa arab di keyboard soalnya sama males juga sih. hehe

Berikut arti dari mahfudzot diatas

Wahai saudaraku sesunggah kamu tidak akan pernah sekali-kali mendapatkan Ilmu kecuali dengan Enam syarata berikut

  1. Dzakaa’un = Kecerdasan
  2. Wa Hirsun = Ketamakan / Rakus
  3. Wa Ijtihadu = Kesungguhan
  4. Wa Dirhamu = Harta / Modal
  5. Wa suhbatul ustadzi = Berteman dengan guru / orang-orang yang ahli dibidangnya
  6. Wa Tuulu Azzamaani = Waktu yang lama

dari arti diatas akan saya jelaskan satu persatu. Pertama

1. ذكاء / Kecerdasan

Apa sih maksud dari kecerdasan disini, bukan berarti kita harus memiliki otak yang cerdas, NO..! sekalipun teman anda ada yang bernama Dzaki (artinya orang yang cerdas), kalo punya teman dengan nama Dzaki bilang saja, eh lu namanya Dzaki? wah cerdas dong IQ nya 500 yah 😅. Bukan itu maksudnya, maksud dari Dzaki disini yaitu kita diberikan akal sehat oleh Allah SWT untuk digunakan berfikir, bukan berfikir hal-hal yang negatif tapi untuk hal-hal yang positif. Contohnya untuk berfikir bagaimana memecahkan suatu masalah pada kasus tertentu yang kita temukan pada pemograman /  algoritma, yang dengan memecahkan kasus tersebut dapat bermanfaat / membantu untuk orang banyak. Contohnya seperti salah satu situs untuk penggalangan donasi online yaitu kitabisa.com, awalnya mungkin foundernya berfikir untuk membantu orang-orang yang ingin berdonasi namun tidak bisa secara langsung dikarenakan kesibukan atau hal lainnya,  dan itu sangat bermanfaat, dengan adanya situs tersebut banyak orang-orang yang tertolong. Ko nyambung ke situ yah hehe, lanjut lagi ke pembahasan pertama.

Jika kita sedang belajar ilmu pemograman atau ilmu lainya namun kita tidak mau untuk berfikir it very stupid people menurut saya, gimana kita mau jago Ruby on Rails, react, angular, laravel dan bahasa pemograman lainya kalo kita tidak mau berfikir, tidak mau memutar otak dan tidak mau pusing. ya akhi LAN TANALAL ‘ILMA, wahai saudaraku kamu tidak akan pernah mendapatkan ilmu itu, kata Imam Syafi’i.

Selain berfikir kita juga harus menjaga fikiran kita dari maksiat-maksiat, karena sesungguhnya Al-‘ilmu nurun wa bayaran naik, hehe bukan itu becanda dikit 😅. tapi Al-‘Ilmu Nurun Wa nurullaha la yuhdaa lill’asi, Sesungguhnya ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang bermaksiat, itu kata imam Asy Syafi’i juga ketika beliau curhat kepada gurunya yang bernama Waqi’ sulitnya untuk menghafal / mendapatkan ilmu, maka guru imam Asy Syafi’i menyuruhnya untuk meninggalkan maksiat. Ada mahfudzot lengkapnya bagaimana agar kita mudah / cepat dalam menghafal atau belajar, in sya Allah akan saya share di artikel berikutnya. Artinya Allah SWT tidak akan memberikan kita ilmu pemograman kalo kita masih sering berbuat maksiat, yuk mulai sekarang kita coba untuk belajar supaya tidak bermaksiat. tapi pertanyaanya ada engga sih manusia sekarang yang tidak berbuat maksiat? dalam sehari saja, karena hakikatnya iman manusia itu yazid wa yangqus, Iman manusia itu kadang turun kadang naik, maka dari itu kita harus sering-sering mendengarkan kajian-kajian atau ikut majlis ta’lim agar iman kita selalu tetap terjaga, sekalipun ada manusia yang tidak bermaksiat dalam satu hari mungkin sedikit, apalagi dilingkungan kita saat ini,  jalan sedikit ngeliat cewe cantik ga berhijab sampe ga kedip-kedip itu sudah berbuat maksiat mata, dan banyak lagi maksiat-maksiat lainya yang tidak kita sadari seperti ngomongin orang, ngegosip, berbohong dan lain-lain. Saya pribadi pun masih berusaha supaya tidak berbuat maksiat dalam sehari. Oke kita lanjut kedua.

2.  حِرْص / Ketamakan atau bisa juga rakus

Apa maksud dari Tamak disini, Maksud dari tamak disini yaitu kita tidak boleh merasa puas dengan ilmu yang sudah kita miliki, terus kita berusaha belajar lagi agar kita menjadi yang terbaik dibidangnya. Fastabiqul Khoiroot, berloma-lomba lah dalam kebaikan. Selain itupun kita tidak hanya belajar dari satu sumber saja melainkan harus dari banyak sumber. Contoh kita ingin bisa pemograman Ruby on Rails maka kita tidak hanya belajar dari satu situs / e-book saja tapi harus dari berbagai sumber, apa lagi zaman sekarang sudah banyak situs-situs yang menyediakan pembelajaran secara gratis, jadi kita juga harus tamak dalam mencari ilmu. Oke kita lanjut yang ketiga

3. اجتهاد / Bersungguh-sungguh atau Berjuang

Yup dalam belajar pun kita harus bersungguh-sungguh, mungkin temen-sudah sudah tau maksudnya. Artinya dalam belajar bahasa pemograman kita harus tekun dalam bidang itu, jangan nemu masalah dikit nyerah, nemu bugs dikit nyerah, nemu error dikit aakh ini mah susah, aakh ini mah ribet. Tapi kita harus berusaha dan sungguh-sungguh karena untuk mendapatkan sesuatu itu harus dengan perjuangan dan kesungguhan. Selain itu kita niatkan belajar kita karena Allah SWT, kita ingin bisa React, bisa angular dll niatkan karena Allah SWT walapun tujuanya untuk duniawi, untuk bisa beli ini beli itu dan hal-hal baik lainya. Jika kita niatkan karena Allah SWT maka kita akan mendapatkan Ilmu dan Juga pahala yang memudahkan kita untuk masuk surga. Lanjut yang ke empat

4. درهم / Harta atau bisa juga disebut sebagai Modal

Apa maksud dari Harta disini, bukan berarti kita harus punya banyak uang untuk belajar, NO..!. Artinya kita harus bersedia menyisihkan sebagian harta kita untuk Ilmu. Imam Asy Syafi’i adalah ulama yang sederhana, beliau pernah berkata, “Jika aku mempunyai dirham/harta, akan aku gunakan untuk membeli pena dan kertas, sedang sisanya kubelikan makanan.” oleh karena itu kenapa kita masuk SD,SMP, SMA dan  bangku kuliah itu butuh biaya, butuh alat tulis, butuh laptop / pc dan lain-lain. Karena Ilmu itu mahal, makanya jadi orang yang ‘Alim / pinter supaya kaya, hehe bukan gitu maksudnya. Artinya jika kita sedang belajar bahasa pemograman, sisihkanlah sebagian dari uang jajan kita untuk membeli e-book / video-video premium yang menurut kita itu setara dengan uang yang telah kita keluarkan. kenapa? karena menurut saya dari e-book atau video-video premium itu jarang ada materi yang kita temukan di website-website atau e-book yang bersifat free, contoh lainnya denga mengikuti seminar, workshop atau coding bootcamp. semua itu butuh biaya, biaya untuk bensin ke tempat worksop atau seminar, biaya untuk ikut coding bootcamp dan biaya lainya yang menunjang pembelajaran kita. So janga pelit-pelit untuk ilmu. Ok simple aja bisi bosen bacanya, hehe. Lanjut ke pemabahasan berikutnya

5. وصحبةالأستاذ / Berteman dengan guru / berteman dengan orang-orang yang pintar.

Pernah mendengar istilah ” Bertemanlah dengan tukang minyak wangi maka badan kamu akan wangi”. Yup sama juga dengan ilmu, jika kita berteman dengan orang-orang pintar maka kita akan menjadi pintar, sebaliknya jika kita berteman dengan orang bodoh maka kita akan menjadi bodoh. Selain kita berteman dengan orang pintar, kita juga perlu yang namanya Mastah / Guru, karena murid tanpa guru itu tidak akan efektif. Contoh, kita pengen bisa Ruby on Rails, cari mastah-mastah yang jago yang mau mengajari kita dengan ikhlas entah itu lewat sosial media atau bertemu secara langsung, tapi jangan lupa bawakan kopi atau sebat (yang ga tau sebat tanya temennya) atau yang lainya untuk mastahnya sebagai imbalan kita untuk mereka 😁, kembali lagi ke point ke empat Ilmu itu butuh biaya. Kenapa kita butuh mastah? karena mereka adalah orang yang ‘Alim orang yang tahu dibidangnya, penjelasan mereka sangat penting untuk kita, kenapa sih ini penamaan variablenya harus pake camel cash, dash case dll, kenapa sih di controller ga boleh ada koneksi ke database, kenapa sih membuat suatu aplikasi harus rapih struktur kodenya, dan kenapa-kenapa lainya. Semua pertanyaan-pertanyaan yang ada di otak kita bisa dijawab oleh mastah meskipun kita bisa bertanya ke mbah google / stackoverflow namun penjelasannya kurang jelas, karena kebanyakan progammer adalah orang yang malas membaca seperti saya 😅. oke lanjut yang terakhir

6. طول الزمان / Waktu yang lama.

Belajar adalah suatu proses untuk kita menjadi orang yang ‘Alim / tahu. belajar membutuhkan proses dan waktu yang lama, tidak bisa secara instan sekalipun ada orang yang dia sekali belajar langsung bisa that genius people, and i’m not one of them i need long time to learn something. Maka dari itu kenapa pelajaran aljabar/kalkulus dll dipelajari di bangku SMA, karena ilmu kita belum sampai untuk mempelajarinya sekalipun ada jarang, kita harus masuk SD terlebih dahulu kemudian SMP barulah kita mulai belajar ilmu tersebut. Contoh lain ketika kita duduk di SMP ada beberapa pelajaran yang tida kita mengerti, namun ketika kita sudah duduk di bangku kuliah barulah kita mengerti apa maksud dari ilmu tersebut, ‘ooh ternyata gitu toh maksudnya’, lama bukan? semuanya tidak ada yang instant. Misal kita diharuskan bisa / jago Laravel dalam waktu tiga atau empat hari yang itu hal baru banget untuk kita. Its impossible, walaupun bisa tidak semua hal yang ada di laravel kita tahu.  eetss tapi ga menutup kemungkinan kalo kita yakin kepada Allah SWT, seperti salah satu ceramah oleh Ust Hanan Attaki kalo kita ingin terjadi kajaiban dalam hidup kita, maka ucapkanlah Istigfar. udah beristigfar tapi belum ada keajaiban juga, berarti ucapan kita belum selaras dengan hati kita. Ga yakin-yakin amat sama Allah SWT, sering ngucap La haula wa la quwwata illa billahi tapi kita masih yakin ada kekuatan lain yang mempengaruhi hidup kita, maka keajaiban itu tidak akan terjadi. Itu salah satu ceramah yang menurut saya ngena banget.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

01.